Ada kolom di Kompas yang lagi memuat surat dari pembaca, dan intinya tuh menarik banget. Inti ceritanya gini, ada satu wanita yang mempunyai kekasih seorang dengan segala kelebihannya (bule, pilot, kaya etc), tapi pada akhirnya dia menyadari bahwa dia bukanlah prioritas utama dalam kehidupan si pacar karena dengan segala ke exclusivannya si pacar bisa menikmati hidup tanpa perlu ada si wanita ditempat yang utama dalam kapasitas sebagai pendamping hidup.
"Mungkin saya memang tidak cocok pacaran dengan orang yang ’luar biasa’, karena di matanya saya menjadi ’biasa-biasa saja’. Mungkin saya lebih cocok pacaran dengan orang yang ’biasa-biasa saja’ maka saya bisa menjadi ’luar biasa’ di matanya."
Kutipan diatas ini pernah aku dengar dari adik seorang teman (yang bisa masuk dalam kategori cantik dan manis ... eventhough she's not my type looo hehehe), yang sekarang hidup berbahagia dengan seorang pria yang "biasa-biasa" saja.
Well, kenapa aku tidak (or maybe belom pernah tepatnya) pernah tertarik untuk mendekati gadis2 yang memiliki kelebihan2 fisikal, nah itu dia juga alasannya. Kecantikan fisikal itu sifatnya tidak abadi, tapi kecantikan pribadi dan iman, itulah yang abadi. Kecantikan fisikal adalah bonus. I have a slightly different case right now, but we'll see where it will go.
Thursday, February 16, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment